Rabu, 19 Mei 2010

Lanjutan....

Pulau Kodingareng Keke

Pulau Kodingareng Keke adalah salah satu dari 11 pulau yang berada dalam jajaran kepulauan spermonde, Sulawesi Selatan (Sulsel). terletak di sebelah utara Pulau Kodingareng Lompo dan berjarak 14 kilometer dari Makassar. memajang dari timur laut hingga barat daya.

Pelabuhan P Kodingareng KekePantai Selatan Pulau Kodingareng Keke dihiasi oleh pecahan karang berbentuk krikil yang beraneka ukuran . dan pada sisi utara pulau ini terhampar pasir putih halus yang ukurannya berubah mengikuti musim barat dan timur.

Transportasi laut reguler menuju pulau kodingareng keke disiapkan dari Kota Makassar dalam bentuk carteran.

Terdapat beberapa bangunan peristirahatan bagi wisatawan. Bangunan-bangunan tersebut dibuat semi permanen dan dihiasi beberapa pohon pinus. Pada sisi barat terdapat daratan penghalang yang terbentuk akibat proses sedimentasi yang tersusun atas material pecahan koral.

Kodingareng Keke

Jika Air laut surut terendah, tampak dataran yang cukup luas, khususnya pada perairan Pulau Kodingareng Keke sebelah barat, kedalaman laut mencapai lebih dari 20 meter. Perairan sebelah barat laut hingga 1,5 mil dari Pulau Kodingareng Keke, merupakan daerah yang cukup luas dengan kedalaman kurang dari 5 meter, sedangkan perairan sebelah timur dan selatan merupakan alur pelayaran masuk dan keluar dari Pelabuhan Selat Makassar.

Pulau Kodingareng Keke, disiapkan Fasilitas resort dan snorkling, Kondisi terumbu karang dan ikan-ikan karang merupakan daya tarik tersendiri dan khas. dan juga tempat berjemur di hamparan pasir putih nan bersih.

Sumber : http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/pulau-kodingareng-keke/


Taman Nasional Taka Bonerate

Taman Nasional Taka Bonerate meliputi 15 buah pulau ,di Taman Nasional Taka Bonerate dapat dilakukan kegiatan menyelam, snorkeling, dan wisata alam / bahari lainnya. Lokasi Taman Nasional Taka Bonerate diKabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Pulau Karang Taka Bonerate

Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva.
Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².

Topografi kawasan sangat unik dan menarik, dimana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.

Kunjungan terbaik pada bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.
Cara pencapaian lokasi: Menggunakan Angkutan Umum dari Makassar ke Bulukumba (153 km) kemudian ke pelabuhan Pamatata (kurang lebih 4 jam). Dari Pamatta dengan ferry sekitar dua jam, yang dilanjutkan ke Benteng sekitar 1,5 jam. Dari Benteng ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal kayu sekitar lima jam.

Flora Dan Fauna

Keindahan Bawah laut Taka BonerateTumbuhan yang terdapat di daerah pantai adalah kelapa , pandan laut , cemara laut , dan ketapang.
Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili diantaranya Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, Fungia concinna, dan lain-lain. Sebagian besar jenis-jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan relatif masih utuh.

Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu (Epinephelus spp.), cakalang (Katsuwonus spp.), napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), dan baronang (Siganus sp.).
Sebanyak 244 jenis moluska diantaranya lola (Trochus niloticus), kerang kepala kambing (Cassis cornuta), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), kima sisik (Tridacna squamosa), kerang mutiara (Pinctada spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).
Jenis-jenis penyu yang tercatat termasuk penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Dermochelys coriacea).

Berdasarkan cerita , bahwa penduduk yang bermukim di dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate (Suku Bajoe dan Suku Bugis) berasal dari para awak kapal layar dan nelayan yang menyelamatkan diri dari gangguan para bajak laut maupun dari ganasnya gelombang laut Banda (di musim barat). Kepulauan Taka Bonerate yang terdiri dari 21 buah pulau termasuk gosong dan rengat sangat ideal untuk tempat berlindung.
Dewasa ini kepulauan tersebut telah berubah menjadi tempat tinggal/pemukiman. Hal ini disebabkan karena daerah ini kaya akan sumber daya alam laut. Penduduk yang menetap di kawasan ini terutama di Pulau Rajuni ,Pulau Tarupa ,Pulau Latondu ,Pulau Jinato, Pulau Passitalu Tengah , Pulau Passitalu Timur.


Sumber : http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/taman-nasional-taka-bonerate/

Lanjutan....

Kuliner !


Coto Makassar

Coto Makassar adalah makanan berkuah yang berasal dari Sulawesi Selatan, tepatnya Makassar . Hampir setiap jalan Di Kota Makassar dapat ditemukan warung Coto Makssar, dengan rasa yang hampir-hampir sama , yang berbeda hanyalah penambahan jenis bumbu masaknya . Kalau ingin berasa standar di jalan A.P.Pettarani, Rasa sedikit bersantan di Jl. Abdullah dg Sirua, rasa Kaloa di Jalan Nusantara , rasa kencur di Jl. Kakak Tua ujung Barat (Bukan Promosi lho). Selain Coto Makassar, masih banyak makanan khas Makassar sesuai selera Nusantara antara lain Sop Konro, Mi Titi, Es Pisang Ijo, Es Pallubutung, Jalangkote, Putu Cangkiri.

Resep Coto Makassar
Coto Makassar --Makanan Khas MakssarBahan:
1 kg daging sapi bagian yang empuk
1/2 kg paru (digoreng, pisahkan, masukin toples)
2 liter air cucian beras/tajin
5 batang serai, memarkan
5 lembar daun salam
250 gram kacang tanah, goreng, haluskan
3 sdm minyak goreng, untuk menumis
5 cm jahe, memarkan
1 ruas lengkuas, memarkan
Kalo mau, pake juga 300 gram babat, rebus matang & 300 gram hati sapi rebus matang. Kalo mo pake beginian, daging sapinya dijadiin 1/2 kg aja.

Bumbu yg dihaluskan:
10 siung bawang putih
8 butir kemiri disangrai
1sdm ketumbar disangrai
1 sdt jintan disangrai
1 sdm garam
1 sdt merica butiran.

Pelengkap:
bawang goreng
irisan daun bawang
irisan seledri

Sambal tauco:
- Haluskan 10 buah bawang merah, 5 siung bawang putih, 10 buah cabai keriting yang direbus sebentar.
- 100 gram tauco yang ditumis dengan 6 sdm minyak goreng hingga matang, tambah garam dan gula merah secukupnya. Campur sama bahan yang udah dihaluskan barusan.

Cara membuat:
1. Kalo pake babat atau hati, rebus terpisah hingga lunak, angkat, tiriskan, potong dadu.
2. Rebus daging sapi bersama air tajin, serai, lengkuas, jahe, dan daun salam. Setelah matang angkat, tiriskan, potong dadu.
3. Panasin minyak, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, masukkan ke dalam kaldu,tambahkan kacang tanah goreng, didihkan.
4. Penyajian: Siapkan mangkuk, isi dengan daging dan ati dan babat dan juga paru yg dari toples tadi. Taburi bawang goreng (enaknya banyak2), irisan daun bawang dan seledri, sajikan dengan ketupat dan sambal taoco.
5. Sajikan hangat.


Sumber : http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/coto-makassar/

Lanjutan...

Soppeng Kota Kalong

Soppeng Kota Kalong

Icon Kota SoppengKota Soppeng disebut Kota Kalong Wattang Soppeng dimana-mana ditemukan kalong atau kelelawar, Soppeng juga sebagai kota wisata dapat ditemukan beberapa Obyek bersejarah (Villa Yuliana, Istana Datu Soppeng, Makam Jera Lompoe) , Budaya (Rumah Adat Sao Mario, Pusat Sutra Alam Tajuncu) , permandian alam (Air panas Lejja, Ompo, Citta).
Ciri khas Pusat Kota Soppeng yaitu terdengar bunyi gemuruh kalong-kalong/ kelelawar saat petang menjelang malam, beterbangan menutupi langit Kota Soppeng meninggalkan sarangnya di pepohonan tengah kota dan Pada subuh menjelang pagi, kalong-kalong itu pun kembali ke sarangnya dengan suaranya yang tetap ingar-bingar, seakan membangunkan warga sekitar untuk segera memulai aktivitasnya..

Villa Yuliana, sebuah bangunan bergaya perpaduan Eropa dan Bugis yang dibangun CA Krosen pada tahun 1905. Vila ini merupakan bangunan kembar yang kembarannya berada di Nederland, Belanda.

Istana Datu Soppeng yang dibangun sekitar tahun 1261 pada masa pemerintahan Raja Soppeng I Latemmamala yang bergelar Petta BakkaE. Di dalam kompleks ini terdapat sejumlah bangunan, di antaranya Bola RidiE (rumah kuning), tempat penyimpanan berbagai benda atribut Kerajaan Soppeng, Istana SalassaE, yakni bekas Istana Datu Soppeng, dan Menhir Latammapole yang dulunya adalah tempat menjalani hukuman bagi pelanggar adat.

Makam Jera LompoE, yakni makam raja-raja/Datu Soppeng, Luwu, dan Sidenreng pada abad XVII yang terletak di Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata (satu kilometer utara Watansoppeng). Dari bentuknya, makam ini merupakan perpaduan pengaruh Hindu dan Islam. dan Makam KalokoE Watu di mana terdapat We Tenri Sui, ibu kandung Arung Palakka.

Pusat Suteraan Alam Ta’juncu. Sejak dulu, Ta’juncu sudah terkenal dengan kegiatan persuteraan alam. Dimulai sekitar tahun 1960-an, dan sutera alam Ta’juncu mencapai puncaknya tahun 1970-an. Selain melihat areal pertanaman murbei, kita juga akan melihat aktivitas persuteraan yang meliputi pemeliharaan ulat sutera, pemintalan benang, hingga pertenunan yang masih menggunakan alat tenun tradisional.

Pemandian Alam Air Panas Lejja di Kecamatan Marioriawa (44 kilometer utara Watansoppeng). Perjalanan menuju pemandian ini sangat indah , sepanjang perjalanan berjejer rapi pohon-pohon rimbun di kiri kanan jalan serta persawahan dan pegunungan di kejauhan. Di pemandian alam ini selain terdapat sumber air panas, tersedia tiga kolam besar untuk berendam. Ketiga-tiganya menawarkan pilihan yang berbeda, yakni air panas, sedang, atau yang hangat.
Lokasi pemandian berada di bawah rerimbunan pohon-pohon besar yang disertai suara kicauan burung yang nyaris tiada henti.

Permandian Alam Ompo dan Permandian Alam Citta. disuplai dari air pegunungan yang sangat sejuk dan sangat jernih. dari kedua sumber air ini dapat dibuat air mineral dalam kemasan.

Rumah adat Sao Mario di Kelurahan Manorang, Kecamatan Marioriawa adalah rumah perpaduan dari tradisi Buginese (Batu-Batu Soppeng) dan Minangsih (Minangkabau). disekitarnya ada miniatur rumah adat Bugis, Mandar, dan Toraja. Hampir semua rumah, terutama yang berarsitektur Bugis, bertiang 100. Karena itu, masyarakat sekitar menyebutnya dengan bola seratuE. Terdapat sebuah rumah lontar yang dinding, lantai, tiang, rangka serta perabotan berbahan baku lontar.
Rumah-rumah adat di sini berisi penuh dengan barang-barang antik bernilai tinggi peninggalan dari beberapa kerajaan di Indonesia. antara lain tempat tidur, perangkat meja dan kursi makan, lemari, ratusan guci, perlengkapan makan raja-raja, berbagai senjata tajam berupa badik, parang, pedang, keris, dan lainnya. Kompleks rumah adat ini juga dilengkapi rumah makan berbentuk perahu pinisi.


Sumber : http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/soppeng-kota-kalong/



Lanjutan....


Kerajinan Sutra Wajo

Kerajinan Sutra Wajo, Agro wisata sutra menjadi salah satu andalan di kabupaten Wajo. Tahap penanaman murbei hingga proses pembuatan kain sutera sudah lama menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Wajo.

Pohon / Buah MurbeiPohon Murbei

Lokasi pembibitan dan penanaman murbei terletak pada beberapa desa di Kecamatan Sabbangparu, sekitar 10 km sebelah Selatan Kota Sengkang, jalan poros menuju Kabupaten Soppeng.
Wisatawan dapat menyaksikan proses penanaman murbei, cara memelihara ulat sutera, proses pemintalan benang sutera, hingga cara menenun kain sutera.

Seorang Gadis bekerja dengan alat tenun secara manual
Membuat Kain Sutera
Seorang gadis sementara merajut benang sutera untuk nantinya dijadikan sarung sutera, alat yang digunakan adalah seperangkat alat tenunan secara manual, alat tersebut dinamakan dengan “Tennun Bola-Bola” (Bahasa Bugis). Sutera Wajo memang dikenal memiliki kualitas dan keindahan anyaman yang memiliki ciri khas tersendiri, dengan keindahan dan kepadatan kualitas yang dimilikinya sehingga mampu membawa nama Wajo hingga kemanca negara. Sebuah sarung sutera yang telah jadi mampu ditenunnya selama satu hingga dua bulan lamanya.

Sumber : http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/kerajinan-sutra-wajo/
Lanjutan...


Gunung Buttu Kabobong

Gunung Buttu Kabobong ,disebut Juga Gunung Nona, dari kejauhan sangat mirip milik sang Nona, terletak di Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan , dan terlihat dari poros jalan Makassar – Tana Toraja.
Sepanjang lereng gunung Buttu Kabobong terhampar Desa- desa yang sangat indah.
Gunung Buttu Kabobong berada diwilayah di Desa Bambapuang kecamatan Anggeraja dengan menempuh jarak 18 km dari kota Enrekang dari arah utara menuju Tana Toraja atau sekitar 800 m diatas permukaan laut dan dapat ditempuh 20 menit perjalanan dari kota Enrekang atau 280 Km dari Kota Makassar

Kawasan Gunung Buttu Kabobong , menawarkan panorama dan pemandangan pegunungan, bukit, dan lembah-lembah yang membuat tempat ini segar dan sejuk. menyusuri sepanjang sungai ,melihat pemandangan dari gunung-gunung dan sungai-sungai. dan menikmati matahari terbit muncul dari sisi lain kemiringan Bambapuang (1157 meter) dan matahari terbenam.
Hutan diperkaya dengan flora dan fauna. Satwa Monyet dan Kerbau kerdil. Rusa . Anggrek dengan berbagai spesies

Kabupaten Enrekang, Gua, gunung, sungai, dan air terjun. Semua ada di bumi Enrekang. Kabupaten yang terletak antara kilometer 196 dan kilometer 281 di utara kota Makassar ini, menjadi salah satu alternatif daerah yang dikunjungi jika ke Sulawesi Selatan.
Gunung Bambapuang yang memiliki ketinggian 1.157 meter di atas permukaan laut. Jika beruntung, anda bisa menyaksikan panorama sunrise dan sunset yang memukau dari lereng gunung ini. Saat itu, bola matahari yang berwarna kemerahan tampak begitu jelas. Di lereng gunung ini pula, terdapat sejumlah bunker milik tentara Jepang.
Menurut mitos dan legenda , Gunung Bambapuang adalah asal mula pemerintahan dan peradaban manusia di Sulawesi Selatan. tepatnya berada di Lura Bambapuang, salah satu kawasan yang dialiri Sungai Saddang — sungai terpanjang di Pulau Sulawesi.
Orang-orang Bugis menghormati tempat tersebut dan menyebutnya tana rigalla tana riabbusungi (negeri suci yang dihormati). Bahkan hingga kini, masyarakat Toraja yang merupakan tetangga dari daerah ini, selalu menyerahkan sekerat daging bagi leluhurnya di Bambapuang setiap kali mereka menggelar pesta.

Negeri seribu gua karena mempunyai sedikitnya 20 buah gua , menawarkan pemandangan eksotis. Salah satu gua yang terkenal dengan stalaktit dan stalakmitnya adalah Gua Bubau terletak di Asaan Baraka. Selain itu Gua Pusallo di Limbuang Maiwa, serta Gua Tappa di Maiwa. Gua-gua tersebut sangat menarik untuk ditelusuri oleh para petualang.

Gunung Latimojong, Enrekang memiliki wilayah perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian antara 70 sampai 3.000 meter di atas permukaan laut. Salah satu gunung yang terkenal adalah Gunung Latimojong yang memiliki ketinggian 3.239 meter di atas permukaan laut, dan merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Selatan

Sungai , Enrekang juga memiliki beberapa sungai besar seperti Sungai Tabang, Sungai Mata Allo, Sungai Mamasa, dan Sungai Saddang. Sungai Saddang yang melewati pusat kota Enrekang dan mengalir menuju Selat Makassar merupakan salah satu ajang rafting yang mulai diminati. Derasnya arus sungai serta medan yang berat menjadi tantangan tersendiri bagai para pencinta olahraga air untuk menaklukkan Sungai Saddang.

Air terjun dan kolam renang alami. Air terjun Lewaja yang berada sekitar empat kilometer ke arah selatan kota Enrekang merupakan tempat relaksasi yang sangat alami. Air terjun ini selalu ramai dikunjungi oleh warga Enrekang maupun mereka yang datang dari luar Enrekang. Lewaja juga dikenal sebagai tempat suci yang dipakai untuk ritual mandi bersama masyarakat Enrekang sebelum memasuki bulan Ramadhan

Flora dan Fauna, utamanya anggrek. Beragam jenis anggrek tumbuh dan terpelihara dengan baik di sini, anggrek bulan, anggrek kalajengking, anggrek hitam yang sangat langka dan binatang yang dilindungi seperti monyet dan kerbau kerdil hidup bebas di kaki-kaki perbukitan.

Budaya Enrekang bervariasi dan kaya akan percakapan serta kata-kata santun. Ia terletak di antara kelompok etnik Sulawesi Selatan yakni Toraja, Luwu, Bugis, dan Mandar. Masyarakat di daerah berhawa sejuk ini juga mengenal tradisi Maccera Manurung. Upacara adat ini hanya dilakukan delapan tahun sekali selama empat hari berturut-turut. Tak heran, jika perhelatan ini akan digelar, banyak warga Enrekang di perantauan menyempatkan diri pulang kampung untuk menyaksikan upacara [sumber : http://liburan.info]


Sumber :http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/gunung-buttu-kabobong/


Lanjutan...

Dufan Mattampa

Dufan Mattampa , taman Hiburan Dunia Fantasi Mattampa tepatnya di Kabupaten Pangkajene kepulauan , Sulawesi Selatan (Sulsel) yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari Kota Makassar (Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan) , selain terkenal sebagai pemasok ikan bandeng, juga menjadi satu-satunya daerah di Sulsel yang memiliki dunia fantasi (dufan) mirip Dufan di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.
Dufan MattampaTaman Hiburan Dufan Mattampa, sangat menari sebagai “Surga bermain” menyatu dengan alam pegunungan yang memberikan pesona tersendiri, menikmati panorama alam dan gua-gua di pegunungan karst terpanjang kedua di dunia setelah pegunungan karst di China ini.
Lokasi sangat strategis, karena berada di jalan poros trans sulawesi, sangat mudah dicapai dengan segala macam kendaraan darat dan pintu gerbangnya langsung terlihat.
Dekat lokasi parkir, ditempatkan museum karst yang di dalamnya terdapat aneka batu-batuan karst dan fauna yang habitatnya di pegunungan batu kapur itu.
Masuk kawasan ini ,langsung disambut dengan dua patung replika kuda putih yang merupakan patung penyambut selamat datang. yang diiringi berbagai jenis pepohonan yang hijau dan embusan angin semilir.
Bunyi gemericik air dan suara anak kecil bermain terdengar riuh rendah, Permainan memanjat tali, meniti dan bergelantungan di atas anyaman tali, sampai dengan permainan yang menantang ketangkasan .
dan aneka permainan seperti komedi putar, kincir, bebek-bebekan, kereta gajah dan kereta wisata.
Terdapat dua kolam renang yang dikhususkan bagi dewasa dengan kedalaman 4,5 meter dan bagi anak-anak . Sumber air kedua kolam renang ini diperoleh dari pegunungan karst yang berada di sekitar kawasan Pangkep. dan sangat jernih . Kedua kolam renang ini juga difasilitasi dengan permainan air layaknya sebuah waterboom.
Gua-gua karst yang berada sekitar 100 meter dari arah sebelah kanan pintu gerbang
Gazebo untuk bersantai bersama keluarga sambil menikmati makanan ringan. Terdapat juga pusat jajanan tradisional makanan khas Sulsel misalnya sop saudara dan ikan bakar.


Sumber : http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/dufan-mattampa/


Wisata Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi dengan ibukotanya Makassar , dan mempunyai banyak sekali obyek wisata antara lain Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Minat Khusus, Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, Wisata Belanja , dari sekian banyak Obyek wisata Sulawesi Selatan yang sangat terkenal yaitu Wisata Budaya Tana Toraja

Wisata Budaya Tana Toraja

icon tana torajaTana Toraja merupakan objek wisata sulawesi selatan yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Merupakan warisan budaya dunia, ribuan tahun yang lalu dan masih dipertahankan sampai sekarang.

Gambar sebelah kiri ini adalah rumah adat “Tongkonan” sebagai icon Tana Toraja.

Saat ini masih ditemukan rumah adat yang diperkirakan telah berumur 700 tahun, disebut Tongkonan Tumakke Papa Batu, atapnya terbuat dari batu dan masih berdiri kokohnya.
Rumah adat tersebut letaknya di Desa Banga Kecamatan Rembon Tana Toraja. selengkapnya baca ” Rumah Adat Tongkonan Tumakke Papa Batu

Tana Toraja , kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah utara Kota Makassar itu dikenal dengan :

Bentuk bangunan rumah adatnya. (Banua Tongkonan).
Upacara adat Pemakaman (Rambu solo ) .
Rumah adat khas Toraja di Desa Pallawa , atapnya dibuat dari dari susunan bambu. memiliki 11 bangunan rumah khas Toraja dan 15 lumbung padi khas toraja.
Kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira
Kuburan kuno Londa yang terletak di dalam gua
Kuburan Lemo. jasad diletakkan di liang-liang dalam sebuah dinding tebing cadas.
Kuburan tertua berada di desa Kete’ Ke’su.
Upacara Adat Syukuran (Rambu Tuka)
Suvenir :Kain khas Toraja (Parambak) yang kaya warna dan motif, di desa Sadang Tobarana.
Aktivitas menenun dan memintal benang yang dilakukan oleh para wanita di desa.
Nasi merah, ikan bakar yang dibumbui sambal (dabu dabu) yang pedas segar, bakso babi serta minuman khas sejenis tuak manis dan minuman balok selalu tersedia di warung makan khas toraja.
Adu kerbau bule atau albino (Mapasilaga Tedong) …baca selengkapnya pada Wisata Budaya Tana Toraja


sumber : http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/

Lanjutan....

Malino

Kawasan wisata Malino merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa, jaraknnya sekitar 90 km dari kota Makassar, tepatnya di Tingimoncong kabupaten Gowa.

Terletak di sebelah selatan kota Makassar, dengan gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu Gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman Tropis yang indah,tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh dilereng gunung Bawakaraeng. Sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramatkan.

Malino adalah kawasan wisata di Kabupaten Gowa. Perjalanan dari kota Makassar menuju daerah ini memakan waktu sekitar 2 jam. Wisata air terjun seribu tangga, Air Terjun Takapala, Kebun Teh Nittoh, Lembah Biru dan Gunung Bawakaraeng menjadi ciri khas kota Malino. Oleh-oleh khas daerah ini adalah buah Markisa ,dodol ketan, Tenteng Malino, apel, wajik, dll. Malino juga menjadi daerah penghasil beras bagi wilayah Sulawesi Selatan.


Pantai Losari

Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.

Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).

Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat).

Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.

Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari sunset.

Tahun 2006 pantai losari tampil dengan wajah baru, dengan nama ikon pelataran bahari. Ini menambah ikon baru bagi makassar.. keindahan di tengah kota.

Foto-foto di sekitar pantai Losari

Jumat, 07 Mei 2010


Lanjutan.....

Tanah Toraja - Andalan Wisata Sulawesi Selatan

Tanah Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama TONGKONAN. Atapnya terbuat dari bambu yang dibelah dan disusun bertumpuk, namun saat ini banyak juga yang menggunakan seng. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan.

Saking begitu melekatnya image Tanah Toraja dengan bangunan rumah adatnya ini, sebagai bentuk promosi pariwisata dan untuk menggaet turis Jepang ke daerah ini, maka rumah adat pun dibangun di negeri “matahari terbit” itu. Bangunannya dikerjakan oleh orang Toraja sendiri dan diboyong pengusaha pariwisata ke negari sakura. Sekarang di Jepang, sudah ada dua Tongkonan yang sangat mirip dengan Tongkonan yang asli. Kehadiran Tongkonan selalu membuat kagum masyarakat negeri tersebut karena bentuknya yang unik. Perbedaannya dengan yang ada di Tanah Toraja hanya terletak di atapnya yang menggunakan bambu.

Masih banyak lagi daya tarik dari Tanah Toraja selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini. Sebutlah kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 - 7 tahun.

Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.

Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tanah Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.

Penempatan jenazah bayi di pohon ini juga disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi pula tempat bayi yang dikuburkan di batang pohon Tarra tersebut. Bahkan, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.

Untuk menuju Tanah Toraja yang mengagumkan ini terdapat jalur penerbangan domestik Makassar - Tanah Toraja yang saat ini hanya sekali seminggu dan memakai pesawat kecil berpenumpang delapan orang, yang memakan waktu 45 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar. Jika lewat darat, perjalanan yang cukup melelahkan ini membutuhkan waktu selama tujuh hingga sepuluh jam.

Event menarik di kawasan wisata ini yaitu adanya upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan rambu tuka (pesta syukuran) yang merupakan kalender tetap tiap tahun. Selain event tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat obyek wisata budaya menarik lainnya seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk “kontainer” ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.

Sumber: kapanlagi.com | Tags: tanah toraja, tongkonan
http://tongkonanku.blogspot.com/2009/03/tanah-toraja-andalan-wisata-sulawesi.html
Lanjutan

Bantimurung




Air tejun Bantimurung yang spektakuler ini terletak di lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis yang subur,menjadikan daerah ini habitat ideal bagi berbagai jenis kupu-kupu dan burung yang langka.pada tahun 856-867, seorang naturalis inggris yang terkemuka, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya yang sangat menyenangkan dikawasan ini, mengoleksi banyak jenis kupu-kupu yang tertangkap terdapat jenis "Papillo Androcoles", salah satu jenis kupu-kupu yang terbesar dan sangat langka, berekor seperti burung layang-layang.