Rabu, 19 Mei 2010

Lanjutan....


Kerajinan Sutra Wajo

Kerajinan Sutra Wajo, Agro wisata sutra menjadi salah satu andalan di kabupaten Wajo. Tahap penanaman murbei hingga proses pembuatan kain sutera sudah lama menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Wajo.

Pohon / Buah MurbeiPohon Murbei

Lokasi pembibitan dan penanaman murbei terletak pada beberapa desa di Kecamatan Sabbangparu, sekitar 10 km sebelah Selatan Kota Sengkang, jalan poros menuju Kabupaten Soppeng.
Wisatawan dapat menyaksikan proses penanaman murbei, cara memelihara ulat sutera, proses pemintalan benang sutera, hingga cara menenun kain sutera.

Seorang Gadis bekerja dengan alat tenun secara manual
Membuat Kain Sutera
Seorang gadis sementara merajut benang sutera untuk nantinya dijadikan sarung sutera, alat yang digunakan adalah seperangkat alat tenunan secara manual, alat tersebut dinamakan dengan “Tennun Bola-Bola” (Bahasa Bugis). Sutera Wajo memang dikenal memiliki kualitas dan keindahan anyaman yang memiliki ciri khas tersendiri, dengan keindahan dan kepadatan kualitas yang dimilikinya sehingga mampu membawa nama Wajo hingga kemanca negara. Sebuah sarung sutera yang telah jadi mampu ditenunnya selama satu hingga dua bulan lamanya.

Sumber : http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/kerajinan-sutra-wajo/
Lanjutan...


Gunung Buttu Kabobong

Gunung Buttu Kabobong ,disebut Juga Gunung Nona, dari kejauhan sangat mirip milik sang Nona, terletak di Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan , dan terlihat dari poros jalan Makassar – Tana Toraja.
Sepanjang lereng gunung Buttu Kabobong terhampar Desa- desa yang sangat indah.
Gunung Buttu Kabobong berada diwilayah di Desa Bambapuang kecamatan Anggeraja dengan menempuh jarak 18 km dari kota Enrekang dari arah utara menuju Tana Toraja atau sekitar 800 m diatas permukaan laut dan dapat ditempuh 20 menit perjalanan dari kota Enrekang atau 280 Km dari Kota Makassar

Kawasan Gunung Buttu Kabobong , menawarkan panorama dan pemandangan pegunungan, bukit, dan lembah-lembah yang membuat tempat ini segar dan sejuk. menyusuri sepanjang sungai ,melihat pemandangan dari gunung-gunung dan sungai-sungai. dan menikmati matahari terbit muncul dari sisi lain kemiringan Bambapuang (1157 meter) dan matahari terbenam.
Hutan diperkaya dengan flora dan fauna. Satwa Monyet dan Kerbau kerdil. Rusa . Anggrek dengan berbagai spesies

Kabupaten Enrekang, Gua, gunung, sungai, dan air terjun. Semua ada di bumi Enrekang. Kabupaten yang terletak antara kilometer 196 dan kilometer 281 di utara kota Makassar ini, menjadi salah satu alternatif daerah yang dikunjungi jika ke Sulawesi Selatan.
Gunung Bambapuang yang memiliki ketinggian 1.157 meter di atas permukaan laut. Jika beruntung, anda bisa menyaksikan panorama sunrise dan sunset yang memukau dari lereng gunung ini. Saat itu, bola matahari yang berwarna kemerahan tampak begitu jelas. Di lereng gunung ini pula, terdapat sejumlah bunker milik tentara Jepang.
Menurut mitos dan legenda , Gunung Bambapuang adalah asal mula pemerintahan dan peradaban manusia di Sulawesi Selatan. tepatnya berada di Lura Bambapuang, salah satu kawasan yang dialiri Sungai Saddang — sungai terpanjang di Pulau Sulawesi.
Orang-orang Bugis menghormati tempat tersebut dan menyebutnya tana rigalla tana riabbusungi (negeri suci yang dihormati). Bahkan hingga kini, masyarakat Toraja yang merupakan tetangga dari daerah ini, selalu menyerahkan sekerat daging bagi leluhurnya di Bambapuang setiap kali mereka menggelar pesta.

Negeri seribu gua karena mempunyai sedikitnya 20 buah gua , menawarkan pemandangan eksotis. Salah satu gua yang terkenal dengan stalaktit dan stalakmitnya adalah Gua Bubau terletak di Asaan Baraka. Selain itu Gua Pusallo di Limbuang Maiwa, serta Gua Tappa di Maiwa. Gua-gua tersebut sangat menarik untuk ditelusuri oleh para petualang.

Gunung Latimojong, Enrekang memiliki wilayah perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian antara 70 sampai 3.000 meter di atas permukaan laut. Salah satu gunung yang terkenal adalah Gunung Latimojong yang memiliki ketinggian 3.239 meter di atas permukaan laut, dan merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Selatan

Sungai , Enrekang juga memiliki beberapa sungai besar seperti Sungai Tabang, Sungai Mata Allo, Sungai Mamasa, dan Sungai Saddang. Sungai Saddang yang melewati pusat kota Enrekang dan mengalir menuju Selat Makassar merupakan salah satu ajang rafting yang mulai diminati. Derasnya arus sungai serta medan yang berat menjadi tantangan tersendiri bagai para pencinta olahraga air untuk menaklukkan Sungai Saddang.

Air terjun dan kolam renang alami. Air terjun Lewaja yang berada sekitar empat kilometer ke arah selatan kota Enrekang merupakan tempat relaksasi yang sangat alami. Air terjun ini selalu ramai dikunjungi oleh warga Enrekang maupun mereka yang datang dari luar Enrekang. Lewaja juga dikenal sebagai tempat suci yang dipakai untuk ritual mandi bersama masyarakat Enrekang sebelum memasuki bulan Ramadhan

Flora dan Fauna, utamanya anggrek. Beragam jenis anggrek tumbuh dan terpelihara dengan baik di sini, anggrek bulan, anggrek kalajengking, anggrek hitam yang sangat langka dan binatang yang dilindungi seperti monyet dan kerbau kerdil hidup bebas di kaki-kaki perbukitan.

Budaya Enrekang bervariasi dan kaya akan percakapan serta kata-kata santun. Ia terletak di antara kelompok etnik Sulawesi Selatan yakni Toraja, Luwu, Bugis, dan Mandar. Masyarakat di daerah berhawa sejuk ini juga mengenal tradisi Maccera Manurung. Upacara adat ini hanya dilakukan delapan tahun sekali selama empat hari berturut-turut. Tak heran, jika perhelatan ini akan digelar, banyak warga Enrekang di perantauan menyempatkan diri pulang kampung untuk menyaksikan upacara [sumber : http://liburan.info]


Sumber :http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/gunung-buttu-kabobong/


Lanjutan...

Dufan Mattampa

Dufan Mattampa , taman Hiburan Dunia Fantasi Mattampa tepatnya di Kabupaten Pangkajene kepulauan , Sulawesi Selatan (Sulsel) yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari Kota Makassar (Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan) , selain terkenal sebagai pemasok ikan bandeng, juga menjadi satu-satunya daerah di Sulsel yang memiliki dunia fantasi (dufan) mirip Dufan di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.
Dufan MattampaTaman Hiburan Dufan Mattampa, sangat menari sebagai “Surga bermain” menyatu dengan alam pegunungan yang memberikan pesona tersendiri, menikmati panorama alam dan gua-gua di pegunungan karst terpanjang kedua di dunia setelah pegunungan karst di China ini.
Lokasi sangat strategis, karena berada di jalan poros trans sulawesi, sangat mudah dicapai dengan segala macam kendaraan darat dan pintu gerbangnya langsung terlihat.
Dekat lokasi parkir, ditempatkan museum karst yang di dalamnya terdapat aneka batu-batuan karst dan fauna yang habitatnya di pegunungan batu kapur itu.
Masuk kawasan ini ,langsung disambut dengan dua patung replika kuda putih yang merupakan patung penyambut selamat datang. yang diiringi berbagai jenis pepohonan yang hijau dan embusan angin semilir.
Bunyi gemericik air dan suara anak kecil bermain terdengar riuh rendah, Permainan memanjat tali, meniti dan bergelantungan di atas anyaman tali, sampai dengan permainan yang menantang ketangkasan .
dan aneka permainan seperti komedi putar, kincir, bebek-bebekan, kereta gajah dan kereta wisata.
Terdapat dua kolam renang yang dikhususkan bagi dewasa dengan kedalaman 4,5 meter dan bagi anak-anak . Sumber air kedua kolam renang ini diperoleh dari pegunungan karst yang berada di sekitar kawasan Pangkep. dan sangat jernih . Kedua kolam renang ini juga difasilitasi dengan permainan air layaknya sebuah waterboom.
Gua-gua karst yang berada sekitar 100 meter dari arah sebelah kanan pintu gerbang
Gazebo untuk bersantai bersama keluarga sambil menikmati makanan ringan. Terdapat juga pusat jajanan tradisional makanan khas Sulsel misalnya sop saudara dan ikan bakar.


Sumber : http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/dufan-mattampa/


Wisata Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi dengan ibukotanya Makassar , dan mempunyai banyak sekali obyek wisata antara lain Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Minat Khusus, Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, Wisata Belanja , dari sekian banyak Obyek wisata Sulawesi Selatan yang sangat terkenal yaitu Wisata Budaya Tana Toraja

Wisata Budaya Tana Toraja

icon tana torajaTana Toraja merupakan objek wisata sulawesi selatan yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Merupakan warisan budaya dunia, ribuan tahun yang lalu dan masih dipertahankan sampai sekarang.

Gambar sebelah kiri ini adalah rumah adat “Tongkonan” sebagai icon Tana Toraja.

Saat ini masih ditemukan rumah adat yang diperkirakan telah berumur 700 tahun, disebut Tongkonan Tumakke Papa Batu, atapnya terbuat dari batu dan masih berdiri kokohnya.
Rumah adat tersebut letaknya di Desa Banga Kecamatan Rembon Tana Toraja. selengkapnya baca ” Rumah Adat Tongkonan Tumakke Papa Batu“

Tana Toraja , kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah utara Kota Makassar itu dikenal dengan :

Bentuk bangunan rumah adatnya. (Banua Tongkonan).
Upacara adat Pemakaman (Rambu solo ) .
Rumah adat khas Toraja di Desa Pallawa , atapnya dibuat dari dari susunan bambu. memiliki 11 bangunan rumah khas Toraja dan 15 lumbung padi khas toraja.
Kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira
Kuburan kuno Londa yang terletak di dalam gua
Kuburan Lemo. jasad diletakkan di liang-liang dalam sebuah dinding tebing cadas.
Kuburan tertua berada di desa Kete’ Ke’su.
Upacara Adat Syukuran (Rambu Tuka)
Suvenir :Kain khas Toraja (Parambak) yang kaya warna dan motif, di desa Sadang Tobarana.
Aktivitas menenun dan memintal benang yang dilakukan oleh para wanita di desa.
Nasi merah, ikan bakar yang dibumbui sambal (dabu dabu) yang pedas segar, bakso babi serta minuman khas sejenis tuak manis dan minuman balok selalu tersedia di warung makan khas toraja.
Adu kerbau bule atau albino (Mapasilaga Tedong) …baca selengkapnya pada Wisata Budaya Tana Toraja


sumber : http://indotim.net/wisata-sulawesi/wisata-sulawesi-selatan/

Lanjutan....

Malino

Kawasan wisata Malino merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa, jaraknnya sekitar 90 km dari kota Makassar, tepatnya di Tingimoncong kabupaten Gowa.

Terletak di sebelah selatan kota Makassar, dengan gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu Gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman Tropis yang indah,tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh dilereng gunung Bawakaraeng. Sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramatkan.

Malino adalah kawasan wisata di Kabupaten Gowa. Perjalanan dari kota Makassar menuju daerah ini memakan waktu sekitar 2 jam. Wisata air terjun seribu tangga, Air Terjun Takapala, Kebun Teh Nittoh, Lembah Biru dan Gunung Bawakaraeng menjadi ciri khas kota Malino. Oleh-oleh khas daerah ini adalah buah Markisa ,dodol ketan, Tenteng Malino, apel, wajik, dll. Malino juga menjadi daerah penghasil beras bagi wilayah Sulawesi Selatan.


Pantai Losari

Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.

Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).

Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat).

Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.

Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari sunset.

Tahun 2006 pantai losari tampil dengan wajah baru, dengan nama ikon pelataran bahari. Ini menambah ikon baru bagi makassar.. keindahan di tengah kota.

Foto-foto di sekitar pantai Losari

Jumat, 07 Mei 2010


Lanjutan.....

Tanah Toraja - Andalan Wisata Sulawesi Selatan

Tanah Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama TONGKONAN. Atapnya terbuat dari bambu yang dibelah dan disusun bertumpuk, namun saat ini banyak juga yang menggunakan seng. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan.

Saking begitu melekatnya image Tanah Toraja dengan bangunan rumah adatnya ini, sebagai bentuk promosi pariwisata dan untuk menggaet turis Jepang ke daerah ini, maka rumah adat pun dibangun di negeri “matahari terbit” itu. Bangunannya dikerjakan oleh orang Toraja sendiri dan diboyong pengusaha pariwisata ke negari sakura. Sekarang di Jepang, sudah ada dua Tongkonan yang sangat mirip dengan Tongkonan yang asli. Kehadiran Tongkonan selalu membuat kagum masyarakat negeri tersebut karena bentuknya yang unik. Perbedaannya dengan yang ada di Tanah Toraja hanya terletak di atapnya yang menggunakan bambu.

Masih banyak lagi daya tarik dari Tanah Toraja selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini. Sebutlah kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 - 7 tahun.

Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.

Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tanah Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.

Penempatan jenazah bayi di pohon ini juga disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi pula tempat bayi yang dikuburkan di batang pohon Tarra tersebut. Bahkan, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.

Untuk menuju Tanah Toraja yang mengagumkan ini terdapat jalur penerbangan domestik Makassar - Tanah Toraja yang saat ini hanya sekali seminggu dan memakai pesawat kecil berpenumpang delapan orang, yang memakan waktu 45 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar. Jika lewat darat, perjalanan yang cukup melelahkan ini membutuhkan waktu selama tujuh hingga sepuluh jam.

Event menarik di kawasan wisata ini yaitu adanya upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan rambu tuka (pesta syukuran) yang merupakan kalender tetap tiap tahun. Selain event tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat obyek wisata budaya menarik lainnya seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk “kontainer” ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.

Sumber: kapanlagi.com | Tags: tanah toraja, tongkonan
http://tongkonanku.blogspot.com/2009/03/tanah-toraja-andalan-wisata-sulawesi.html
Lanjutan

Bantimurung




Air tejun Bantimurung yang spektakuler ini terletak di lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis yang subur,menjadikan daerah ini habitat ideal bagi berbagai jenis kupu-kupu dan burung yang langka.pada tahun 856-867, seorang naturalis inggris yang terkemuka, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya yang sangat menyenangkan dikawasan ini, mengoleksi banyak jenis kupu-kupu yang tertangkap terdapat jenis "Papillo Androcoles", salah satu jenis kupu-kupu yang terbesar dan sangat langka, berekor seperti burung layang-layang.